Sabtu, 23 Januari 2016

Salon-Salonan, Permainan Masa Kecil Yang Unik Dan Tak Terlupakan

http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
perhiasan berharga kala kanak-kanak

Permainan masa kecil?

Wuah..., banyak dan ngangeni. Mulai dari engklek, congklak, patok lele, karet gelang, bikin kue kering dari tanah, nangkap capung, masak-masakan dan buanyak lagi deh pokoknya. Tapi.., ada satu permainan yang tidak terlupakan, unik, dan ternyata.., saat saya ceritakan ke anak-anak mereka berkomentar kalau ternyata waktu kecil saya itu centil!
 Mau tahu permainan apa itu?

Nama permainannya..,main salon-salonan. Maksudnya seperti ke salon kecantikan, begitu?
Yup! Bener banget.


Kalau ingatan dibawa kembali berkelana ke masa lalu, enggak tahu juga  siapa yang mulanya mengajarkan permainan salon-salonan ini. Kita-kita anak perempuan (saya dan teman-teman masa kecil, maksudnya)  mungkin terinpirasi dari para Mak-e yang hobi dandan.  Mulai dari pakai lipstiks, kuteks, dandan, sampai ngeriting rambut. Tapi tentu saja tidak pakai alat dandan punya Emak kita loh. Kreatifnya anak jaman dulu ya itu, selalu bisa menemukan hal-hal dari sekeliling yang bisa dipakai buat main.

Untuk lipstik, dulu ada makanan yang rasanya asem-asem manis dan kalau dimakan membuat mulut berwarna merah. nah itu yang dipakai buat memerahi bibir. Sedangkan untuk mewarnai kuku, biasanya kita memakai bunga pacar air yang berwarna merah, lalu digosokkan ke kuku. Kuku pun seperti memakai pewarna merah, walau hasil jadinya warna yang nempel di kuku tidak menyolok, dan juga bersifat temporer.

 Untuk bedak, tahu enggak pakai apa?
Itu loh, bata merah yang ditumbuk halus, lalu pura-pura di poles ke pipi. Untung aja pipi kita enggak pada cobel-cobel kena iritasi, hihihi.

Tidak lupa pakai kalung, gelang dan dompet.
Dompet bisa dibuat dari kertas yang dilipat,lipat membentuk kantung-kantung. Kalau sekarang, malah saya lupa nih cara melipatnya. Ada yang bisa ngingetin?
Nah untuk gelang dan kalung, ini nih salah satu bagian yang tak terlupakan dari permainan salon-salonan ala masa kecil saya.
Gelang dan kalungnya dibuat dari tangkai daun singkong yang berwarna merah.

Tangkai daun singkong? Daun singkong yang enak dibuat sayur itu?
Iya! Daun singkong yang itu. Tapi tangkainya, dan yang warna merah loh. Enggak tahu juga ya kenapa yang dipakai tangkai daun singkong yang berwarna merah. Apa alasannya karena warnanya lebih mencorong dibanding yang berwarna hijau, atau karena daya lenturnya. Sepertinya alasan yang terakhir lebih tepat, karena beberapa kali coba pakai yang berwarna hijau, rangkaiannya putus melulu.

Tangkai daun singkong itu di patah-patahin sambil ditarik kulitnya, sehingga membentuk untaian  seperti untaian manik-manik.  Biar terkesan seperti bandul, daun singkongnya dibuang separuh. Untuk memakainya, tinggal menggabungkan ujung-ujungnya dengan potongan lidi. Siap deh Emak-Emak kecil bergaya seperti hendak ke pesta.
http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
kalung dari tangkai daun singkong

Namun yang paling spektakuler itu justu saat mengeriting rambut, dan hasil jadinya, beneran ikal loh!
Lagi-lagi menggunakan tangkai daun singkong yang berwarna merah. Enggak tahu juga siapa yang mengajari, siapa yang memulai. Pokoknya di masa kanak-kanak saya, keriting rambut menggunakan tangkai daun singkong berwarna merah itu benar-benar tren. 
http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
ngeriting rambut pakai tangkai daun singkong. Ingat ya, yang warna merah :)

Prosesnya sederhana, tangkai daun singkong dilipat jadi dua. Ambil sebagian kecil rambut , masukkan ke dalam bagian lipatan tangkai daun singkong, lalu gulung sampai ke atas, dan simpulkan. Lakukan sampai ke seluruh bagian rambut .Biarkan selama 30 menit - 1 jam.
http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
cantik ikalnya, bukan? 

Setelah itu buka gulungan, dan taraaa..! Rambut jadi ikal deh. Siap cantik ke pesta, bawa  dompet, dari kertas, jemari berhias cincin dari lipatan kertas juga, dan pergelangan tangan serta leher dihias gelang dan kalung dari tangkai daun singkong. Belum lagi kuku yang berhias pewarna dari warna bunga, dan pipi berona merah dari tumbukan bata merah, dan rambut ikal yang digerakkan ke sana kemari agar terkesan melambai-lambai. Hihihi, Centil juga ya kita-kita waktu kecil.. 
Ya ampyun..! 

Gara-gara kenangan permainan mengeriting rambut pakai tangkai daun singkong, saya pun jadi kangen pengen nyobain lagi ngeriting rambut seperti itu. Kebetulan di halaman samping,  saya nanam singkong di polibag. Beberapa tangkainya saya petik, dan rambut anak pun jadi korban praktek. Mereka juga penasaran pengen tahu apa iya hasilnya bsa ikal. Enggak yakin gitu deh.
Namun ketika gulungan rambut yang saya buat dengan menggunakan tangkai daun singkong yang berwarna merah itu di buka, ternyata hasilnya ikal cantik..!
 Baru deh mereka percaya cerita Emaknya ini bahwa ngeriting rambut enggak perlu pakai obat kimia. Cukup pakai tangkai daun singkong aja. dan jangan lupa, yang berwarna merah ya..


Itulah salah satu permainan masa kecil saya yang saya rasa paling unik, dan tak terlupakan. Berani mencoba ngeriting rambut menggunakan tangkai daun singkong? Hayuk, dicoba atuh :)



"Tulisan iniberhasil menjadi pemenang harapan 2 dalam lomba GA Permainan masa Kecil yang diadakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa


23 komentar:

  1. Hihi... Saya dulu jg sering main salon2nan, Mbak. Lucu ya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata rata-rata anak perempuan jaman kita, centil-centil ya

      Hapus
  2. Terharuu nih, jadi terkenang masa laluuuu.....soale aku paling suka mainan ini

    BalasHapus
  3. Pasti khas perempuan ya Jeng. Permainan ini sekarang sudah langka.
    Permainan anak-anak berkembang sesuai jamannya. Namun ada juga permainan yang lestari, masih eksis hingga sekarang. Layang-layang misalnya masih digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa.

    Kini gadget sudah menjadi idola karena bisa main games di sana. Bukan hanya monopoli anak kota tetapi juga anak-anak di pedesaan.

    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener Pakdhe. gadget kini malah jadi ganti permainan yang biasa kita mainkan dulu. miris :(

      Hapus
  4. Dulu aku sering banget Mba..bikin kalung2an dari daun singkong..

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru ya mbak. permainan kita dulu melatih kreatifitas

      Hapus
  5. Seru euy..aku jg kemarin main salon2an ma nadia tp hoasan rambutnya pake bunga2 gtu.andaikan ada pohon singkong deket rumah bisa dicobain nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dibayangkan nadia pasti makin cantik dengan hiasan bunga-bunga dari mommynya

      Hapus
  6. Aku malah baru tahu kalau daun singkong bisa dijadiin rambut makin ikal. Hihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba deh Mbak. ada tangkai daun singkong dekat rumah khan... :)

      Hapus
  7. Tulisan dan Blog yang sangat menarik Bu :)

    salam sejuk dari Bandung.

    Okky
    www.ayoberbagiilmu.blogspot.com

    BalasHapus
  8. aku ingetnya pernah bikin kalung dari batang pohon seperti ini mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalung dari tangkai daun singkong ini juga fenomenal di jamannya, hehehe

      Hapus
  9. Waktu kecil aku sering nyoba keriting singkong itu tapi gagal terus.. jadinya malah rambut abis kesetrum hihihi

    BalasHapus
  10. seru nih salon2 an hihi.. good luck ya mba giveaway nya :)

    BalasHapus
  11. inget jaman dulu. dikasih tugas guru buat beberapa karya dari daun singkong ini hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada salon-salonan seperti ini yang termasuk dalam karyanya enggak?

      Hapus
  12. Itu batang daun singkong! Jadi inget jaman kecil yaaa

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge